Selasa, 10 Januari 2012

Tahun Perjuangan, Keringat dan Dedikasi

Tak biasanya, seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini saya tidak membuat resolusi apapun untuk 2012 dan mengevaluasi apa-apa yang dilakukan pada 2011 di malam tahun baru. Mungkin karena terlalu sibuk, mungkin juga karena merasa sok sibuk jadi agak-agak tumpul kebiasaan menulis dan mencurahkan isi otak dalam tulisan.  Atau mungkin karena sesuatu yang terjadi di akhir tahun dan di awal tahun :D, apa tuh, rahasiaaa dong, hehehe

Well, hari ini tanggal 10 Januari 2012. Baru saja bertemu langsung dengan beberapa orang, terkait sebuah organisasi yang kita kelola, LWI Korea. Sebuah organisasi nirlaba yang memiliki potensi besar untuk membangkitkan 'harimau Indonesia' yang tertidur yang ada di korea selatan. We made the plan, the new President of LWI was chosen, and the board of committee were elected! Namun begitu, hari ini saya juga mengalami banyak hal yang seru lainnya, hmmm, hari-hari terakhir ini sebenernya. Apa saja, bolehlah sedikit berbagi...







Senin, 26 September 2011



September Ceria V (Karlsruhe-Paris-Frankfurt-Hanoi-Incheon aaaand Gyeongsan)

Like usual, I’m writing this journal to kill some times on this road. Now I’m heading to Gyeongsan, the place where I spend so much care, energy and focus for my study. Yup, it seemed like pretty much damn looong trip, like say, I spent around 6 hours from Paris to Frankfurt, continued by around 10 hours from Frankfurt to Hanoi, add more 4 hours to Incheon, and plus to Gyeongsan, 5 hours. Please count it for me coz I’m too lazy and  tired to sum it up :p.

Karlsruhe to Paris
Well, this whole travel soooooo much interesting and will always be my great memories. The trip was initiated by my old best friend who's studying in Karlsruhe, Ardhi Irsyadi. In a so called tired trip from Berlin to Karlsruhe, I said that I wanna spend my weekend in Paris, but the ticket so much expensive for the poor student like me :D. Then, he offered me to go to Paris by renting a car. I said, if it’s so, I’ll give ‘this’ amount money to rent the car, he agreed, and called other friends of him to join together the trip to reduce the travel cost. Fortunately, everybody just say: Okay! What a deal, LOL.

Karlsruhe !
After visited one Professor in KIT who works in micro manufacturing and also does some research about, I went back to Karlsruhe Uni, where Jumat prayer held there. Surprisingly, many Muslim were there, and some Indonesian too. Shake hand and greet to them, I introduced my self as Ardhi’s friend. They treated me so warmly and nicely. I also saw the volley ball games where they play it every Friday afternoon. In that time, I think the sport is one of the best things they have to get together, salute!
The journey started by some introduction of Karlsruhe by Ardhi and Vanessa. Who is Vane? Haha, what a small world, she is Sali’s best friend in high school. The style? So Sali! Hahaa… she also so happy to meet me (not because of me of course, haha, coz she can send a handicraft that she promised to Sali after her trip to Brussel). I, Ardhi and Vane went to Karlsruhe Palace, where the King’s jewelry, home stuffs and pictures are displayed. Really great to see everything inside.

Rent the Car

Tadaaaa… we got the rent car for 75 Euro for whole weekend. What kind of car? Surprisingly, the new black Ford SUV ‘Kuga’ with the glass sunroof can be rented by that amount money, for three days! 5 people can be join, and since it's 'diesel', the gasoline can be cheaper.


karena saking noraknya dapet mobil dengan harga 'cukup murah' tapi keren banget, kami foto2 deh di mobil,,, norak banget... dan pertanyaan paling norak adalah? ini kacanya gimana dibukanya, (padahal kacanya gak bisa dibuka, yg bisa cuma 'hordengnya aja) hahhaha....

September Ceria (part IV): Berlin to Karlsruhe


Mendengarkan lagu Indonesia dalam perjalanan membelah Negara Jerman, rasanya sih… tak terbanyangkan indah dan asiknya guys… wish you were here, kita bisa liat padang rumput yang mulai ‘digunduli’ karena musim gugur sudah dating. Daun-daun mulai terlihat memereah, menguning, sinar matahari yang cukup terang masih tidak bisa menutupi sejuknya udara di luar, karena sesekali banyak orang yang terlihat memakai jaket agak tebal di sekitar perjalanan ini…
Dengan menggunakan kereta ekspress ICE (inter city express) yaitu kereta ‘ktx’nya Jerman yang mengubungkan antar kota di sini, suasana ‘calm’ gw rasain. Hidup di perjalanan, banyak hal yang bisa dipelajari, dilihat dan tentunya, berharap bisa membuat diri jadi lebih baik…

#NP: Ibu, oleh Iwan Fals
Ibu ku sayang, masih terus berjalan, walau tapak kaki, penuh darah penuh nanah…
Seperti udara, kasih yang engkau berikan, tak mampu ke membalas, Ibu….
Ingin ku dekap, dan menangis di pangkuan mu, sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa2, baluri sekujur tubuhku… dengan apa membalas, Ibu…. Ibu….

Entah apa yang sedang dilakukan Mama saat ini di rumah… hehe, mungkin sedang ‘berantem’ sama cucu-cucu yang nakal2, atau mungkin sedang sibuk masak dan menerima tamu… oh ya, sekarang jam 5 waktu Jerman, berarti Mama mungkin sudah siap2 istirahat untuk tidur malam… Mohon maaf ya Ma, tidak menelepon beberapa hari ini, semoga surat dengan perangko Jerman akan cukup sebagai sesuatu yang menghibur hilangnya anakmu ini selama 4 tahun…. yang tidak berada di sisimu ketika engkau sakit, kesepian, lelah dalam menghadapi kehidupan, masalah-masalah,,,, diri ini juga sering lupa diri, bersenang-senang yang sering sekali melupakan dirimu….
============

September Ceria (part III): Where am I? Germany!


Hehe, sambil ngikik sendiri. Gak pernah kebayang bisa sampai di Negara yang dulu dipimpin sama The Fuhrer. Well, saat tulisan ini di ketik, posisi sedang berada di sebuah kereta antar kota yang menyambungkan kota Frankfurt, dengan kota-kota lainnya. Saat ini Berlin yang dituju. Norak mungkin bagi sebagian orang atas euphoria yang gw rasakan, ahhh, itu kan urusan bagi kaum pemberi ‘norak stamp’ yang tidak merasakan betapa antusiasnya gw sampe sini, hehe.

Just touched down in Frankfurt Airport, ahay

Kesan pertama sampe di Frankfurt Airport, gw senyum2 sendiri. Gimana nggak, di kepala masih mikir, ah, mimpi nih kayanya bisa menjejakkan kaki di sini. Kaget juga, ternyata kondisi ‘fall’ nya cukup dingin, sekitar 100C (da*n, salah tebakan, tau gitu nanya2 dulu ke temen2 yang di sini). Sampe di airport, setelah menggunakan pesawat Vietnam Airlines, gw langsung meluncur dengan sebuah bis menuju stasiun kereta ‘inter-city’ ini.

September Ceria Part II (24 jam bersama Ust. Arifin Ilham)


September ini, suasana hati dan fisik bukan hanya dihibur oleh kegiatan ‘duniawi’ saja, Alhamdulillah, penyegaran jiwa juga dapet. Hal ini bisa dirasakan pada saat kehadiran Ust. Arifin Ilham, seorang Da’i yang sangat terkenal di Indonesia. Siapa coba yang tidak kenal Ust. Arifin Ilham? Hehe, ternyata jawabannya, banyak juga WNI di Korea yang tidak mengenal beliau. Entah apa alasannya, mungkin salah satunya: sudah kelamaan di Korea kali ya, hahaha…

Jenggot-nya sih udah bisa bersaing lah, hahaha

Pengalaman bersama Ust. Arifin Ilham sangat mengesankan. Ceritanya bermula, kami di Komunitas Muslim Indonesia, membentuk panitia persiapan kedatangan dan acara Tabligh Akbar. Di sini, saya melihat orang2 jatuh bangun, memutus urat malu, berlelah-lelah, tertawa, khawatir, takut, panik dlsb campur baur di persiapan dan pelaksanaan acara. Salut lah sama orang2 tersebut. Pernah dalam suatu percakapan bersama seorang teman, saya sampe bilang: “kalau itu orang2 nyuruh gw apa aja, gw siap dan berusaha sekuat tenaga untuk ngelakuin yang mereka minta…”. Omongan tadi bukan omong kosong belakang belaka, tapi bener2 gw sadari dari apa yang gw ucapin. Mereka, para WNI bertitel: ‘Pejuang’ yang ada di Korea ini, senin sampe sabtu kerja di Pabrik2 di KorSel, 12 jam sehari, di malam harinya, setiap minggu mereka menyempatkan diri untuk ikut rapat, di hari minggu yang ‘seharusnya’ bisa dipakai untuk berleha2 santai, tapi mereka gunakan untuk mengelola Musholla/Mesjid. Wajar dong, kalau gw merasa siap ‘berkorban’ untuk orang2 yang menunjukkan dedikasi macam mereka… saluuuut. Banyak hal yang gw pelajari dari mereka lah, salah satunya: jangan pernah merasa diri ini sudah ngelakuin hal yang besar untuk ‘ummat’, dan tetaplah jaga keikhlasan dan ketulusan, karena apa yang kita lakuin saat ini, belum ada apa2nya sama mereka. Eh iya, tadi padahal mau bahasa Ust Arifin Ilham, oke, masuk ke paragraph 3 utk Ust Arifin deh, hehehe…

September Ceria (part 1) : Yongin - Gangneung



Where am I, right now? I’m sitting on the backside of an intercity bus, from Yongin and heading to Gangneung. Where’s those places exactly? Not sure, since this is my first journey around here. For simplify, I just woke up after my 1.5 hours sleeping time, and prepare everything to make this 3 days journey with my grey big ba(n)g .
Setelah sok2an nge-tweet utk bilang mau keliling2 selama September ini, seorang teman (lebih tepatnya sih Pa Guru, tapi beliau selalu tampak muda dan easy going), mengingatkan: catat agar nanti bisa diceritakan ke anak cucu”. Ok, I will.

Rabu, 17 Agustus 2011

Kemerdekaan itu apa?

Tergelitik untuk menjawab, apa itu arti kemerdekaan. Secara hakiki, tentunya kemerdekaan adalah suatu kondisi di mana setiap jiwa memiliki kebebasan untuk berkehendak (tentunya dalam koridor yang ditetapkan dalam konsesus bersama). Kemerdekaan berarti lepas dari keterpasungan politik, ekonomi, dominasi dan juga sistem, dalam tatanan berbangsa dan bernegara.




Lalu, apa arti kemerdekaan bagi diri kita sendiri?